.......welcome to my world and change your mind here........

Rabu, 11 Januari 2012

GUA MAKHLUK MARS DAN MASALAH PENDUDUK VENUS



Men are from mars, women are from venus (Jhon Gray, ph.d.)


Sering sekali, dalam sebuah hubungan antara laki-laki dan perempuan kita menjumpai masalah-masalah kecil yang menjadi besar hanya karena perbedaan pemahaman. Laki-laki cenderung tidak ingin tinggal diam saat perempuannya membicarakan masalah-masalah mereka, laki-laki selalu merasa harus melakukan sesuatu untuk setiap masalah yang diceritakan kepada mereka, dan dalam taraf ekstrim laki-laki akan merasa tertekan jika tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu. Namun sayangnya memberi solusi bukanlah satu perbuatan yang paling diinginkan perempuan dari laki-laki mereka. Sebenarnya,  perempuan tidak mempermasalahkan apakah laki-laki mereka bisa membantu atau tidak permasalahan yang mereka ceritakan,  karena satu hal yang sangat ingin mereka dapatkan dari laki-laki ketika mereka marah, bermasalah, kesal dengan satu hal, adalah didengarkan, mereka hanya ingin didengarkan dengan penuh perhatian karena dengan begitu, perempuan merasa dihargai. Bagi perempuan, bercerita kepada pasangan mereka merupakan sebuah cara “menyelesaikan” masalah sebelum masalah itu benar-benar bisa diselesaikannya sendiri. Dan hal inilah yang tidak banyak diketahui oleh laki-laki.

Seperti halnya laki-laki yang kadang tidak bisa memahami satu/banyak sisi dari perempuan, maka begitu pula sebaliknya. Perempuan sering merasa diabaikan ketika laki-laki mulai masuk ke dalam “gua” mereka. Adangkala memang laki-laki menarik diri dari perempuan yang mereka cintai dan tinggal untuk sementara waktu di “gua” mereka, makhluk mars ini juga membutuhkan ruang untuk diri mereka sendiri, satu ruang dimana mereka bisa menyenangkan diri, satu ruang dimana mereka bisa berkontemplasi dan tidak ingin diganggu oleh siapapun. satu ruang yang biasanya sulit mereka  jelaskan kepada pasangan yang merasa tersisihkan ketika mereka mulai masuk ke dalam ruangan “gua” tersebut. Kebanyakan perempuan tidak mengerti hal ini, mereka cenderung menganggap bahwa pasangan mereka sudah tidak mencintai mereka dan atau ada yang salah pada diri mereka ketika laki-laki mulai masuk ke “gua”. Padahal ketika laki-laki masuk ke “gua” mereka, hal itu bukan berarti mereka sudah tidak mencintai pasangan lagi, hanya saja mereka sedang memerlukan privasi untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai sebagai seorang “laki-laki” bukan suami, ayah, pacar, kekasih atau yang lainnya.
Dalam tahap ekstrim, Jika tidak ada usaha untuk saling mengerti dan menjelaskan antara kedua belah pihak, masalah “gua makhluk mars” ini akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapanpun dan tentu saja bisa menghancurkan hubungan.

Maka, komunikasikanlah semua permasalahan yang timbul baik itu yang berasal dari “makhluk mars” maupun yang timbul dari “penduduk venus”. Karena bisa jadi sebenarnya hal itu bukanlah sebuah masalah melainkan hanya kesalahpahaman belaka yang timbul akibat tidak saling tahu dan mengerti. Kadangkala percikan api dalam suatu hubungan memang timbul dari perbedaan bahasa antara keduanya. kepercayaan dan kesetiaan satu sama lain selalu diperlukan untuk memadamkannya.

Pour mon chéri, je t’aime toujours, tous le temps.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar