.......welcome to my world and change your mind here........

Jumat, 28 September 2012

Akankah Kamu?

ketika suatu hari aku tidak ada disini
akankah kamu mulai mencariku,

atau ketika suatu saat aku sudah tidak bisa menemuimu
sanggupkah kamu mengulum rindu,

jika ada suatu masa,
kala raga mustahil bersua,
mungkinkah, kamu menyesal karena tidak mensyukuri pertemuan kita?

dan aku disini bertanya-tanya,
pantaskah kamu, masih menjadi bagian dari mimpi-mimpiku.

Rabu, 19 September 2012

CERITA CINTA PART 1 - Proses Pergeseran Perasaan


Saya sedang tidak jatuh cinta sekarang. 


Tapi saya sedang dalam keadaan memproses pergeseran perasaan saya yang dulu berbunga-bunga, meluap-luap dan berapi-api menjadi lebih kalem dan sederhana. Pergeseran yang cukup signifikan saya rasa, jika dulu ibaratnya perasaan saya seperti api yang berkobar-kobar dan nyala apinya sangat terang -terlebih selalu disiram minyak gas :D- maka sekarang api itu tidak lagi menyala, tapi baranya masih berwarna merah, sudah tidak lagi disiram minyak gas tapi tinggal dikipas kipas saja, agar baranya tetap ada dan jikalau nanti ditambahi bahan bakar maka bara itu masih bisa menyalakan api, yang mungkin bisa jauh lebih besar atau lebih redup, tergantung seberapa banyak bahan bakar yang akan diberikan nantinya. :) 

Minggu, 16 September 2012

Kirim Cinta buat Ibu

Belum genap 30 hari sejak kepergiannya,tapi setiap saat aku selalu rindu untuk melihat senyumnya. lucu sekali, padahal hampir 6 tahun belakangan ini aku tidak selalu ada disampingnya. dalam satu tahun, paling tidak hanya ada satu atau dua bulan penuh (akumulasi) aku tinggal bersamanya. 


Kamu, Rinduku

kepada Rindu.

kamu yang menjelma bias di  pagi yang menyapaku,
masihkah kamu disana? mengeja mimpi yang pernah membesarkan kita pada suatu masa. Pada angin ingin kukirim kabar padamu kalau aku masih disini, masih setia memeluk harapan kita di lumbung imajinasi. masih elok kah? burai senyumku di bayangmu? atau bahkan sudah pudar dan ungu? 
aku menunggu.


Jumat, 14 September 2012

LUKA

mari menghapusnya
dengan es, salju dan airmata

di mata kami,
para merpati yang kehilangan arah
tiada bedanya mengecap luka atau menanggalkannya
tiada rubahnya sumpah serapah atau maaf dan doa

hah..
kelam.
gambaran tumpukan androgini yang menggumpal

suka liku luka

bias,
resiko mengharap pada kosong.
percaya pada bohong.
mencinta tanpa agama.

Selasa, 11 September 2012

MIMPI

itu seperti sebuah kebun buah, bukan, ah iya, itu adalah semacam sawah, atau memang sawah?
ah iya, kurasa itu memang sawah, sawah kami yang terhampar di tengah rawa yang mengering. aku berlari senang, menghampiri deretan tanaman melon yang buahnya sudah besar-besar dan kekuningan. disampingnya berderet-deret tanaman semangka yang juga sudah berbuah.
aku berlari lagi, mengitari sawah itu dan disatu titik aku menemukan sesosok tubuh yang aku cari, menunduk diantara pohon semangka yang menjalar ke kiri dan kanan. ia bangkit lalu menoleh padaku, senyum indahnya membuatku senang.
" mak.. " aku menyapanya yang tampak tak pernah lelah.
" iya nduk, lihatlah, melon yang emak tanam sudah besar-besar, warnanya sudah kuning dan masak, rasanya manis. semangkanya juga sudah besar-besar" ia menunjuk gerombolan buah semangka dan melon yang menjalar bersandingan. aku tersenyum lebar.
" iya mak, kelihatannya melon-melon itu manis sekali"
" cobalah nduk, rasanya manis sekali.. " perempuan separuh abad itu mengulurkan sepotong melon.
" iya mak.. " aku memakannya dengan lahap. manis sekali.
"enak mak.. ' ucapku. dia hanya tersenyum dan mengangguk.
hari semakin gelap, aku menoleh padanya yang tidak terlihat untuk bersiap-siap pulang.
" mak ndak pulang? ini sudah sore.. ayo pulang mak.. " emak menggeleng pelang.
" pulang ah dulu nduk, itu temanmu sudah menunggu,"
" lah nanti emak pulang sama siapa? sudah sore mak, pulang sekarang saja.." aku tetap memaksa, tapi lagi-lagi emak menggeleng. wajah tuanya masih terlihat segar dan menyenangkan.
" emak sudah punya kunci nduk, nanti emak pulang sendiri.. "
"loh kunci apa mak? kunci motor? mak kan ndak bisa naik motor?"
" kunci untuk pulang nduk, sudah jangan khwatirkan emak, pulanglah dulu.."
hari semakin gelap.
***
aku terbangun dengan tiba-tiba.
di kamar yang sama, tapi aku sendirian.
biasanya saat aku terbangun, aku masih bisa melihatnya terlelap dsampingku atau sekedar mendengar suaranya dari dapur. tap kini aku sendirian. dia tidak disini, dia tidak mau pulang.
perempuan tangguh itu sudah menemukan rumahnya sendiri.
emak tak mau pulang.
dan sosoknya tak pernah pulang lagi. 

Ironi

kamu merindukan satu senyum yang sangat ingin kamu lupakan
kamu begitu ingin pergi dari tempat yang ingin sekali kamu tinggali
kamu ingin bangun dari mimpi yang sangat ingin kamu gapai

kamu ingin berlayar
tapi layarmu koyak

kamu ingin berlabuh,
tapi dermaga terlalu jauh

kamu ingin terbang,
tapi kakimu tetap berpijak

kamu ingin lari,
tapi ragamu berhenti disini

kamu ingin berteriak
tapi kamu bisu

kamu ingin menangis
tapi air matamu kering

kamu ingin lapang
tapi dadamu sesak

kamu ingin pulang
tapi rumahmu tenggelam