.......welcome to my world and change your mind here........

Selasa, 11 September 2012

MIMPI

itu seperti sebuah kebun buah, bukan, ah iya, itu adalah semacam sawah, atau memang sawah?
ah iya, kurasa itu memang sawah, sawah kami yang terhampar di tengah rawa yang mengering. aku berlari senang, menghampiri deretan tanaman melon yang buahnya sudah besar-besar dan kekuningan. disampingnya berderet-deret tanaman semangka yang juga sudah berbuah.
aku berlari lagi, mengitari sawah itu dan disatu titik aku menemukan sesosok tubuh yang aku cari, menunduk diantara pohon semangka yang menjalar ke kiri dan kanan. ia bangkit lalu menoleh padaku, senyum indahnya membuatku senang.
" mak.. " aku menyapanya yang tampak tak pernah lelah.
" iya nduk, lihatlah, melon yang emak tanam sudah besar-besar, warnanya sudah kuning dan masak, rasanya manis. semangkanya juga sudah besar-besar" ia menunjuk gerombolan buah semangka dan melon yang menjalar bersandingan. aku tersenyum lebar.
" iya mak, kelihatannya melon-melon itu manis sekali"
" cobalah nduk, rasanya manis sekali.. " perempuan separuh abad itu mengulurkan sepotong melon.
" iya mak.. " aku memakannya dengan lahap. manis sekali.
"enak mak.. ' ucapku. dia hanya tersenyum dan mengangguk.
hari semakin gelap, aku menoleh padanya yang tidak terlihat untuk bersiap-siap pulang.
" mak ndak pulang? ini sudah sore.. ayo pulang mak.. " emak menggeleng pelang.
" pulang ah dulu nduk, itu temanmu sudah menunggu,"
" lah nanti emak pulang sama siapa? sudah sore mak, pulang sekarang saja.." aku tetap memaksa, tapi lagi-lagi emak menggeleng. wajah tuanya masih terlihat segar dan menyenangkan.
" emak sudah punya kunci nduk, nanti emak pulang sendiri.. "
"loh kunci apa mak? kunci motor? mak kan ndak bisa naik motor?"
" kunci untuk pulang nduk, sudah jangan khwatirkan emak, pulanglah dulu.."
hari semakin gelap.
***
aku terbangun dengan tiba-tiba.
di kamar yang sama, tapi aku sendirian.
biasanya saat aku terbangun, aku masih bisa melihatnya terlelap dsampingku atau sekedar mendengar suaranya dari dapur. tap kini aku sendirian. dia tidak disini, dia tidak mau pulang.
perempuan tangguh itu sudah menemukan rumahnya sendiri.
emak tak mau pulang.
dan sosoknya tak pernah pulang lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar