.......welcome to my world and change your mind here........

Kamis, 29 November 2012

Sepotong Hati

aku diuji dengan sepotong hati

yang berdebar kala mata ini tak henti mencari
yang berdendang saat desau angin memuja muji
yang berbunga ketika seulas senyum melintas sahaja

Aku hanya diberi sepotong Hati

yang harus dijaga dengan penuh penuh jiwa
yang musti dilindungi dengan besi dan baja
yang perlu dirawat dengan dzikir dan doa

Rabu, 28 November 2012

DOA

seberat apapun dunia membebanimu
kamu selalu miliki tempat bersandar

sekelam apapun hidup membawamu berlari
selalu ada cahaya yang tak enggan menerangi

sehampa apapun kecewa menerpa raga
senantiasa ada penawar dahaga

sepahit apapun takdir yang kau telan
ada yang selalu  bersedia tunjukkan obatnya

sekering apapun air yang kau minum
ada banyak massa yang mampu menyegarkannya

doa,
panjatkanlah tanpa lelah

Tidak Bisa

Tidak bisa
selebar apapun tanda itu terbelah
kamu selalu hanya bisa menerka

malam yang hitam
tak selalu berarti muram

Tidak bisa,
jangan pernah mendamba pada makhluk sahaja
karena risau dan gelisah adalah pengiringnya

Tidak bisa,
sesumbar hanya fatamorgana
lidahmu terayun begitu mudah
lontaran tawa menjadikanmu gila

Selasa, 20 November 2012

Cerita Kita


Aku sedang membuka-buka draft skripsiku saat suara yang tak asing itu menyapaku,
" naila.. " aku tertegun sebentar sebelum kemudian, mengangkat muka untuk melihatnya yang sudah berdiri di depanku, dengan senyum yang terlihat dipaksakan. aku tersenyum padanya.
" iya.. ada apa rif?" laki-laki itu tampak segan, 
" emm.. ada yang ingin saya bicarakan denganmu, boleh saya duduk ?" 
" baiklah, tapi jangan lama-lama ya, saya banyak tugas" dia menganguk senang, senyum manisnya keluar dengan tanpa beban sekarang, - senyum manis yang dulu pernah sangat aku rindukan-. dia duduk, dan aku kembali menekuni draft skripsiku, ada beberapa hal yang perlu di revisi.
" emm.. naila.. "

Minggu, 18 November 2012

Jalannya

Jalan itu terasa sangat indah
membentang seluas samudra
gemerlap secerah bintang titania

siapa yang tahu?
rencana-Nya selalu lebih perkasa

meski mungkin masih ada batu menghadang disana
ada karang terjal yang mungkin membelah lurusnya
ada kerikil kerikil tajam yang melambatkannya
ada duri yang bisa hentikannya

Jumat, 16 November 2012

Cristina Perri # Jar of Hearts



I know I can't take one more step towards you
'Cause all that's waiting is regret
Don't you know I'm not your ghost anymore
You lost the love I loved the most

I learned to live, half alive
And now you want me one more time

[Chorus]
Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I've learned to live, half alive
And now you want me one more time

[Chorus]

It took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
'Cause you broke all your promises
And now you're back
You don't get to get me back

Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
Tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?
Who do you think you are?
Who do you think you are?

Senin, 12 November 2012

Final Decision

" kamu tidak cukup berarti untuk diperjuangkan ternyata, hahaha" tawa nyaring raisa membuatku benar-benar ingin menonjok hidungnya. 
" tega sekali kamu, tertawa diatas penderitaan orang lain" aku manyun, gadis mungil itu semakin keras tertawa.
" yah, seringkali orang orang mempunyai banyak stok alasan untuk meninggalkan seseuatu..seseorang yang  tentunya tidak benar-benar ia inginkan.." kali ini raisa mentapku dengan wajah simpati, dia menepuk pundakku pelan, aku menepisnya perlahan.
" begitukah menurutmu?"

Jumat, 09 November 2012

Cabik Luka

kau meninggalkan luka itu tak sendirian
kau datang mencabiknya semakin dalam
kau lempar dengan air asam dan garam
mencacahnya dengan pisau berkarat kusam

datang dan pergi menengoknya
tak kau biarkan dia mengering dan tak terasa
kau cabut perbannya
kau koyak lagi tepiannya
nanah nanah
kamu mencintai darah

air mata dan lara tak membuatmu puas tertawa
kau berjalan bebas diatas lebam yang memerah

dendam yang seperti bata
menancap di jiwamu yang dulu pernah bercahaya

tak bisakah kau hanya pergi?
meninggalkan luka yang pasti sembuh sendiri.
tak perlu kau cabik-cabik lagi
tak usah kau siram dengan keangkuhan amarah

pergi saja,
biar luka itu bersemayam dalam damai yang sahaja
usah kau mengusiknya.
lagi,