.......welcome to my world and change your mind here........

Kamis, 17 Desember 2015

Kehilangan Masa muda

Aku mungkin tipe orang yang serius dan pemikir. Tidak terlalu suka bersenang-senang dan hangout bersama-sama kawan sekelas dulu pas kuliah. Penyebabnya mungkin karena dana bulanan yang terbatas dan atau rasa tidak pede ketika main bareng mereka yang gaul, keren dan beratribut wah untuk kalangan mahasiswa seperti aku.
Whatever intinya, aku tidak banyak bersenang-senang. Aku tidak punya semacam KB (kelompok Bermain). Atau semacam HS (hangout society). Apa hal itu membuatku bersedih? Dulu mungkin tidak. Aku memiliki kelompok lain. Misalnya kelompok taklim di IMM (ikatan Mahasiswa muhammadiyah), atau pengajian mingguan di GENQ (Generasi Qurani). Atau beberapa kawan main teater di TL (Teater Langit).


Namun semua kegiatan itu banyak berubah dan mulai aku tinggalkan sejak aku memutuskan untuk menikah pada akhir semester 5 atau awal semester 6. Iya, satu tahun sebelum aku lulus. Aku sejujurnya mulai merasa terasing. Aku tinggal jauh dari basecamp (atau kos-kosan sederhana) yang aku tinggali bersama kawan-kawanku dulu. Aku diharuskan untuk tinggal di ujung kota bersama mertua atau bahasa kerennya PIM (Pondok Indah Mertua). Aku mulai disibukkan dengan remeh temeh pekerjaan rumah dan dianjurkan untuk bersosialisasi dengan ibu-ibu rumah tangga lainnya.  How a different life.      
Aku seketika merasakan gegar sosial. (Atau budaya?) terlebih saat melewati masa-masa pancaroba tersebut aku sedang berada sendiri tanpa suami. Bayangkan saja betapa untuk kurang lebih 1 tahun pertama dalam pernikahan "muda" ku aku menjadi single fighter. Dan selama satu tahun terakhir di masa-masa mahasiswa aku kehilangan sedikit keasyikan perasaan menyenangkan menjadi mahasiswa.