.......welcome to my world and change your mind here........

Sabtu, 16 April 2016

Menyerah

Mungkin bagimu
Pernikahan ini hanya sebagai pemenuh egomu
Asal kamu senang
Asal orangtuamu menang

Mungkin bagimu
Aku hanya pendamping sepimu
Pelepas status lajang sosialmu
Aku tak tahu

Kamis, 14 April 2016

RAHASIA

Senyum mu menjelma rahasia
Yang kian hari semakin sulit terbaca

Bahagiamu mengandung misteri
Tawa manismu berisi elegi

Bibirmu
Kecup lembut itu
Aku merasa hatimu tengah mencari
Adakah getar rasa
Kala dengan sengaja pagutan itu tercipta

Pelukmu, sehangat selimut senja
Tapi entah memang benar buatku saja
Entah tidak adakah bayang wanita disana

Misterimu seperti labirin waktu
Aku tersesat dalam gamang masa lalu

Rabu, 13 April 2016

Kamu

Kamu ialah puisi
Yang mungkin tak pernah aku miliki
Hanya sekilas terbaca
Lalu terbang pada pemiliknya

Kamu mungkin angin
Yang mengisi relung kering
Tapi tak pernah singgah
Kecuali untuk sementara

Kamu mungkin cerita
Yang terdengar manis di bibir mereka
Tapi tidak pernah aku miliki dalam nyata

Kamu mungkin pujaan
Yang kukira telah kugenggam
Tapi nyatanya bukan

Kamu mungkin dicintai
Tapi apa pernah mencintai?

Cinta bagimu ialah rahasia
Yang kau simpan dalam peti kaca
Tidak terbuka
Tidak pula pecah
Kau menjaganya dengan selaksa
Entah untuk siapa

Meski aku menunggu
Cinta itu,
Mungkin bukan aku

Selasa, 12 April 2016

Perempuan di hatimu

Bagaimana jika

Di hatimu tidak ada namaku
Meski senyum kau lempar padaku

Bagaimana jika
Bahagiamu bukan aku
Meski hidupmu bersamaku?

Bagaimana jika
Semua yang kau lakukan
Hanya kumpulan kepura puraan

Bagaimana jika
Kau menyimpan kenangan
Yang bahkan tiada aku di dalamnya

Bagaimana jika
Kita tinggal serumah
Tapi jiwa kita tak pernah ada?

Bagaimana jika
Engkau berdoa,
Tapi ada nama lain disana

Bagaimana jika
Diam diam kau masih memendam rasa
Entah pada siapa

Bagaimana jika
Aku mulai lelah
Lalu menjauh darimu

Bagaimana jika
Aku pergi
Dan kau tetap disini

Senin, 11 April 2016

Perjuangan

Sayang, kamu dibesarkan dalam air yang tenang
Kamu tumbuh dalam kedamaian
Kamu besar sebagai pria periang

Tapi sayang, dunia tidak setenang rumahmu
Masalah tidak sedamai pelukan ibumu
Kehidupan tidak selamanya memberi kita kesenangan

Ada yang harus diperjuangkan,
Kamu tidak bisa terus hidup dalam keputus asaan
Menerima semua dengan kerelaan
Mengaku kalah tanpa mengangkat pedang!

Aku tidak bisa berdiam diri
Pun aku tak mampu melihatmu seperti orang mati
Hiduplah demi kebahagiaanmu sendiri
Bukan agar orang lain melihatmu bahagia
Bukan agar keluargamu merasa kamu bahagia

Jangan sampai ada sesal yang terulang
Karena kelemahanmu untuk melawan
Karena keputusasaanmu untuk berjuang

Kamu masih begitu muda
Jalan di depanmu masih membentang
Luas membelah angkasa
Jika kamu tidak mau melangkah
Aku takut kamu akan menyesalinya

Berusahalah, cobalah!
Jika orang lain mampu, kenapa kamu tidak?!
Penyakit hanya ada dalam kecemasanmu saja!
Singkirkan!
Kamu punya pilihan!

Kamu mampu jika kamu mau!!
Berhentilah sembunyi di ketiak ayahmu!
Keluarlah sebagai lelaki
Kamu bukan anak anak lagi.

Aku mencintaimu,
Ini caraku menghidupkan lagi cahayamu
Kamu bukan boneka tanpa rasa
Kamu bukan wayang yang hanya bisa menerima peran

Hiduplah hari ini
Hiduplah saat ini
Jangan hidup untuk mengulang masa lalu
Jangan hidup hanya untuk mengkhawatirkan masa depanmu

Berjuanglah!
Tidak ada salahnya mencoba!
Tuhan selalu menyuruh manusia berusaha.
Berikan semua yang kau punya!

Kalah bukan akhir segalanya.
Tapi menyerah ialah kematian yang sesungguhnya.

Tuhan melihat usaha kita
Tuhan menguji kita dengan caraNya
Ia Maha tahu kelemahan
Ia ingin kita lebih kuat dari sekarang

Kebahagiaan di masa lalumu
Tinggalkan di belakang
Sambut kebahagiaan yang baru.
Kamu mampu menjadi ayah
Jangan biarkan jiwamu tertahan dalam sifat kekanakan

Kamu mampu
Bisikkan itu dalam doamu
Kamu mampu
Teriakkan itu pada hatimu
Kamu mampu dan kamu mau
Ulangi itu di dalam rasa kerdil di lubuk rindumu

Lepaskan beban
Tutup telingamu
Jangan biarkan orang lain menilai usahamu
Hanya kamu
Ada aku
Selalu berdiri dengan kepercayaan penuh
Kepadamu
Kalau kamu mampu
Kamu mampu
Kamu mampu!

Berdirilah di atas kaki mu sendiri
Berjuanglah di atas tekadmu

Kokohlah seperti karang
Jangan lembut seperti buih di lautan

Maafkan kesalahanmu
Lupakan sesalmu

Jadilah kamu yang baru!
Jangan menafikkan Tuhan
Jangan mengharamkan keajaiban!

Tuhan kita Satu
Tidak pernah memberi Janji Palsu

Bengkulu, 11 april 2016

Sabtu, 09 April 2016

Batu

Berhadapan denganmu
Seperti menghadapi batu
Besar, hitam, menjulang
Kamu diam, bersembunyi dalam ketakutan

Tidak berusaha keluar,
Hanya berlari dalam kegelapan lorong hati
Lihatlah kemari
Tengoklah cahaya yang kubawa ini
Tunjukkan wajahmu
Perlihatkan lukamu
Biar kuobati dengan doaku
Dengan ikhlas yang disematkan Tuhanku

Kamu akan terus disana
Tanpa melakukan apa apa
Terus menerus tunjukkan mimik pura-pura
"Aku tidak apa apa"

Berdirilah,
Hadapi sakitmu tanpa malu
Tanpa mengeluh
Tuhan tidak mencipta tanpa kekurangan
Kehendak Nya ialah ujian

Tinggalkan kenyamanmu
Lepaskan selimut ragu dari tubuhmu
Sudah terlalu lama jiwamu tersembunyi
Di dalam rasa takut dan ilusi

Keluarkan dunia dari otakmu
Usir kecintaanya pada nafsu

Lupakan apa yang akan dikatan manusia
Dengarkan saja Tuhanmu berkata apa

Berikan dirimu pada Nya
Pasrahkan semua
Maafkan masa lalumu
Tidak perlu diulang semua sesal di belakang

Cukuplah hidup di saat ini
Cukuplah hadapi semua hari ini

Berhentilah berlari sayangku,
Berhentilah menjadi tawanan batinmu!

Hadapi hari ini
Semoga rahmat Tuhan selalu menyertai