.......welcome to my world and change your mind here........

Kamis, 30 Juni 2016

Anniversary

Aku menulisnya dalam pedih
Apa yang telah kamu dan aku capai selama ini?

Kita masih diam seribu bahasa
Kamu dan dunia idealmu
Aku hidup dalam dunia yang berliku

Aku memang menyimpan rahasia
Rahasia pahit yang tak dapat kubagi
Tapi aku ingin tahu tentang mu
Gejolak hatimu
Yang menutupi jalan untuk kita bertemu

3 tahun tidak pernah cukup
Untuk sekedar mengenal kamu
Jelek dan baikmu
Aib dan nista mu
Suka dan sedihmu
Sesal dan resah mu

Juga aku
Kamu mendengar sedihku
Hanya untuk mengoloknya di kemudian hari
Aku tidak mau kau kasihani
Masa lalu ku yang keras
Menempaku jadi pribadi yang tegas
Aku bangga mengakuinya
Aku bersyukur mendapatkannya

Kamu mungkin masih mengharap yang lain
Beranda andai
Andai bukan aku yang bersamamu
Andai dia yang jadi milikmu
Andai bukan denganku
Andai dapat dengannya
Seperti itu?

Aku tidak sakit hati,
Toh aku juga pernah mengharap yang lain
Menyesal dengan kebersamaan ini
Merasa terjebak dalam kurungan emas buatanmu
Aku menanggapinya biasa
Sperti lika liku hidup yang lainnya

Setiap saat kala aku melihat sisi gelapmu
Hatiku teguh untuk menjauh
Mendorongku memutus ikatan bersamamu
Memantapkan langkahku meninggalkanmu
Sungguh indah rasanya
Tiada ragu aku membayangkannya

Tapi apa kau tahu?
Aku ingat Tuhan.
Dia yang mendatangkan mu padaku.
Aku mungkib menyerah padamu
Tapi Tuhanku tak pernah ajarkan itu
Hadir Nya meneguhkanku
Sapa Nya menyadarkanku
Bahwa ini bukan tentang aku dan kamu
Tapi lebih dari itu,
Ini tentang Aku dan Tuhan
Hubungan kami memang naik dan turun
Namun percayaku pada Nya tak pernah mengendur

Aku tahu Dia mengujiku dengan mu
Dia mengujiku dengan memasukkanmu dalam cerita hidupku
Dia ingin melihat cintaku pada Nya melampaui rasa dan waktu

Aku bisa apa?
Jika kita lah yang Dia minta?

Selasa, 28 Juni 2016

Mudik

Mengapa liburan ini tidak terasa nikmat?
Hanya tumpukan penat
Aku bosan menunggu
Aku bosan disuruh
Aku mati rasa dalam kelu

Bayanganku kabur
Imaji liburku terlihat melebur
Seperti kaca yang basah
Mengembun
Dalam celah.

Bukan ini
Tidak seperti ini
Kalau begitu kenapa tidak tidur saja di rumah?
Bosan aku melihatmu
Bosan aku bersamamu
Selesai sajalah
Aku muak dengan semua

Moodku buruk
Hatiku ambruk
Mimpiku tertubruk truk
Berguling guling
Jatuh terpuruk

Aku tidak suka mengekor

Minggu, 19 Juni 2016

Gerbang rindu

Satu hari, tepat saat kamu bilang akan pergi. Aku hanya terpaku dalam sedih yang tak terungkap. Aku tak bisa lagi mencegahmu berlari. Aku tak mampu untuk memintamu tetap tinggal disini. Aku hanya bisa melihat punggungmu berlalu.

Itu hari terakhir kita bersua. Di suatu senja di depan pintu kos ku yang bersahaja.
Setelahnya, ada hari-hari sepi yang menyiksaku dengan sakit tak terperih. Aku rindu. Sekedar melihatmu dari jauh pun, aku mau.
Tapi kamu benar-benar pergi. Menghilang bagai lenyap di telan bumi.

Andai kamu tahu, setiap pagi menjelma di ufuk timur sana. Aku merelakan kaki ku berjalan lebih jauh menuju kampus kita. Aku sengaja melewati jalan tikus menuju fakultasmu agar supaya kita dapat bertatap muka. Tapi kamu tak pernah ada. Ribuan mahasiswa berjalan di sana setiap paginya, dan entah mengapa sehari pun aku tak pernah melihatmu berkelebat disana. Sekali saja, tak pernah. Seolah engkau sengaja bersembunyi.

Perlahan aku meyakini, engkau mungkin hanya mimpi. Yang sempat menghinggapi tidurku beberapa hari. Menambat hatiku yang sekarat. Aku mungkin hanya berimajinasi tentangmu. Kamu mungkin tidak pernah nyata. Iya, semua kenangan manis itu mungkin cuma fatamorgana.

Namun, semakin aku meyakini hal itu. Khayalan tentangmu semakin membatu di hatiku. Seolah mengukir prasastinya sendiri. Tepat di pusat pikiranku.

Aku patah, berkeping-keping.
Luka ini, tak pernah benar-benar mengering.

Kamis, 16 Juni 2016

Kolong hati

Merinduimu pada pagi
Yang pernah terlintas dalam kenang yang sepi
Kamu menjelma mimpi
Menyapa saat malam beranjak pergi

Mungkinkah asa
Mampu membuat rindu ini bersua
Di kolong hati
Masih tersisa elegi
Hampir mati
Menyanyi sendiri

Kerinduanku ini
Ialah bias memori
Pada masa
Yang lama berlalu

Coba tanyakan padanya,
Nyatakan pada semilir senja
Biar kudengar jeritan lara
Di kolong rahasia

Jika kau ingin tahu
Wangi pagi akan memelukmu
Dalam beku

Sedalam keheningan
Yang menyelimuti resahku

Bengkulu, 15 juni 2016