Langsung ke konten utama

Sekelam Apapun Masa Lalu, Kita Tetap Berhak Membuka Lembaran Baru

Kita semua, aku, kamu, dia, mereka, kalian dan bahkan para nabi pun pernah berbuat salah. kesalahan yang ringan, sedang, berat atau sangat berat.
Semua orang pasti punya masa lalu pahit yang tidak pernah ingin mereka ulangi, kesalahan, saat ketika mereka jatuh ke dalam jurang, waktu ketika mereka bahkan tidak diberi pilihan untuk menentukan. mereka, kita, pasti memilikinya.

Dalam shahih bukhori, dari abu hurairoh r.a Nabi Muhammad SAW bersabda "Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali juga menurunkan obatnya" sama seperti kesalahan dan dosa, Allah tidak membiarkan hamba-Nya berdosa kecuali dengan memberinya kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki diri ,menyesali dosa-dosanya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Allah SWT memberikan kesempatan itu sebelum nyawa sampai di tenggorokan dan sebelum matahari terbit dari arah berlawanan.

Akan tetapi, kadangkala kita sebagai manusia merasa enggan untuk memaafkan sesamanya, tidak mau memberi kesempatan kepada orang lain untuk berubah menjadi orang yang lebih baik dan kita suka mengungkit masa lalu yang ingin dikubur dan dilupakan oleh orang lain. padahal jika kita ditempatkan pada posisi yang berlawanan kita pun tidak akan mau diungkit masa lalunya, tidak mau terus-menerus diingatkan pada episode buruk dan kelam yang pernah kita lalui, karena tanpa diingatkan pun kita masih akan selalu mengingatnya sebagai suatu hal yang tidak pernah ingin kita ulangi lagi. 

Mungkin kita pernah berbohong di satu waktu dan karenya kita tidak dipercayai lagi, maka belajarlah untuk memberi kesempatan untuk jujur kepada orang yang juga pernah berbohong kepada kita. Kebohongan di masa lalu sering membawa dampak besar di masa kini dan yang akan datang, ikhlaskan untuk tidak melakukan hal yang sama, beri kesempatan pada diri sendiri untuk berbuat dan berkata jujur meskipun tidak ada yang mau percaya, lalu sekali waktu percayalah kepada orang yang pernah membohongi kita dengan begitu kejam karena perbuatan baik selalu bisa menjadi pembuka jalan untuk kebaikan yang lain. 

Jika kita tidak mau diingatkan terus menerus pada kesalahan fatal yang mungkin pernah kita lakukan maka bagaimana mungkin kita bisa selalu mengungkit-ungkit masa lalu orang lain yang tidak ingin mereka ingat lagi? 
Jika kita ingin dimaafkan atas sebuah dosa "Maha" besar yang pernah kita lakukan dan mulai membuka lembaran baru yang lebih baik maka kenapa kita harus selalu menghalang-halangi orang lain untuk memulai hidup baru mereka ?

Sungguh, kita tidak pernah diberi pilihan untuk kembali ke masa lalu untuk mengubahnya, tapi percayalah Sang Pemilik Semesta selalu memberi kita pilihan untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih berharga dari masa lalu yang kelam, kita hanya perlu meminta untuk dimaafkan oleh-Nya dan tidak lagi mengulanginya meskipun sekali. 

Ada banyak cerita tentang orang shalih yang dulunya memiliki kehidupan yang kelam namun akhirnya mereka diampuni dan menjadi orang-orang yang luar biasa di hadapan Allah SWT dan di mata manusia. sebutlah seorang pembunuh 100 jiwa yang bertaubat dan akhirnya masuk surga, bahkan sahabat Rosulullah SAW, Umar bin Khatab juga pernah melakukan dosa besar yang selalu disesalinya namun akhirnya beliau bertaubat dan menjadi salah satu Khalifah terhebat yang memiliki kedudukan tinggi di dunia maupun akhirat. 

Jika mereka bisa memiliki lembaran baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik, mengapa kita tidak bisa memilikinya juga?

waallahu a'alam bisshowab

#ditulis sebagai muhasabah diri





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monolog Perpisahan

dia akan pergi. tanggal 7 april 2012 siapa?  belahan dari diriku. Aku sudah melihatnya sejak aku pertama kali lahir di dunia. dan sejak saat itu aku mengenalnya sebagai saudara-kakak-sahabat-musuh. di rumah sederhana dengan perabot seadanya, disanalah kami, aku dan dia menjalani masa kanak-kanak hingga remaja. di sebuah kamar yang tidak terlalu lebar, kami berbagi tempat untuk menyandarkan kelelahan, di halaman sempit di depan rumah, kami bercengkrama dengan irama angin yang indah. Aku tidak pernah dengan sadar untuk belajar mencintainya, tapi waktu dan keadaan mewajibkanku untuk tidak melupakan setiap detik kebersamaanku dengannya. iya, dia, yang paras cantiknya selalu membuat semua mata menatapnya. dia yang selalu meneguhkanku, meyakinkanku bahwa warna kulit gelapku ini membuatku tampak jauh lebih mengagumkan dari wajahnya yang seputih cahaya. Di mata ibu, dan saudaraku yang lain, dia adalah sosok gadis pemberontak, si pemberontak yang cantik, suaranya juga ...

Serba-Serbi Pernikahan

 Sebelumnya, saya banyak sekali mendapatkan pertanyaan tentang Pernikahan. Entah itu laki-laki, perempuan, tua (senior saya), muda (junior) dan juga teman-teman seumuran. Hal-hal yang selalu mereka tanyakan kepada saya sebenarnya tidak jauh beda, seperti : "apa yang membuatmu begitu yakin untuk menikah di usia muda?" atau " bagiamana rasanya menikah?", atau " nikah itu gimana siih?" dan pertanyaan-pertanyaan sejenis itu. Maka, agar saya tidak berulang kali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama saya akan membagikan sedikit pengetahuan saya tentang pernikahan. Mengapa sedikit pengetahuan? karena umur pernikahan saya belum genap satu tahun, dan masih ada banyak hal yang belum saya ketahui tentang pernikahan itu sendiri. baiklah, silahkan disimak.

DAMPAK BURUK DOSA

Dalam kitab az-zuhd, Abdullah bin ahmad menuturkan dari Muhammad bin sirin , “ disaat terlilit utang, ia menjadi risau, ia lalu berujar, ‘aku tahu kerisauan ini adalah sebab dosa yang kuperbuat sejak empat puluh tahun yang lalu. “ Perlu digarisbawahi bahwa kebanyakan orang salah paham tentang dosa, yaitu mereka tidak melihat akibatnya secara langsung. Terkadang akibat dosa itu terjadi di kemudian hari hingga mereka lupa dan mengira bahwa dosa tidaklah berakibat apa-apa. Seorang penyair mengatakan: Jika tembok tidak berdebu saat runtuhnya Maka, tak aka nada debu lagi setelah runtuhnya