Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerbung

Satu Purnama II

  Reyna masih terpaku pada katalog produk fashion terbaru yang akan diluncurkan oleh perusahaannya besok pagi. Katalog itu akan diluncurkan bersamaan dengan pembukaan outlet baru mereka yang berlabel THE NEXT, di salah satu kawasan perbelanjaan modern di Bekasi.  Perempuan yang masih lajang di umurnya yang sudah memasuki pertengahan kepala tiga itu tidak benar-benar mencermati katalog di depannya. Ia hanya membolak-baliknya dengan fikiran kosong. Pertemuan tiba-tiba dengan Alvin sore kemarin, membuatnya kehilangan konsentrasi. Lelaki yang ia kira, sudah ia lupakan ternyata masih saja memiliki jejak yang tertinggal di hatinya.         Mungkin, lelaki itulah jawaban dari semua keraguannya pada pria-pria yang silih berganti datang mendekatinya. Mungkin, cinta masa lalu yang ia anggap sudah tidak ada itulah yang selama ini menjadi pemberat langkahnya untuk melengkapi separuh agama.         Reyna menghela nafas panjang, ia...

Satu Purnama

Namanya alvin, ia berjalan menyebrangi gerimis menuju jembatan penyebrangan di sisi jalan. ia terlihat terburu-buru, seperti mengejar sesuatu. Ia bahkan tidak sempat memarkir mobilnya di tempat biasa. Matanya mencari-cari sesosok bayangan yang tadi berkelebat cepat di depannya dan tiba-tiba mengingatkannya pada sesuatu, atau seseorang?. Alvin berhenti sejenak, tepat di depan pusat pertokoan besar yang biasa ia singgahi untuk makan siang, ia melihat bayangan itu lagi. Alvin menghela nafas lega. Ia segera berbelok ke arah tangga menurun yang langsung menuju pintu masuk mall besar itu. Ia bergegas mengikuti bayangan dari masa lalunya yang memasuki sebuah restoran kecil di samping eskalator. Alvin merasakan dadanya berdegup kencang saat ia dapat melihat wajah itu dengan lebih jelas. Iya, tidak salah lagi, senyum itu adalah milik gadis itu, satu-satunya cinta yang ia miliki saat kuliah di salah satu universitas ternama di Jawa. Ia masih berdiri di bawah eskalator di depan restoran , ket...