Langsung ke konten utama

Kamu, Rinduku

kepada Rindu.

kamu yang menjelma bias di  pagi yang menyapaku,
masihkah kamu disana? mengeja mimpi yang pernah membesarkan kita pada suatu masa. Pada angin ingin kukirim kabar padamu kalau aku masih disini, masih setia memeluk harapan kita di lumbung imajinasi. masih elok kah? burai senyumku di bayangmu? atau bahkan sudah pudar dan ungu? 
aku menunggu.


kamu, yang serupa awan di langit mimpi malam,
derai itu, yang terpancar dari matamu saat menatapku, tentu tak bisa kulupa, tentu tak mungkin kutinggalkan begitu saja. bolehkah aku meminta? untuk kamu datang kemari dan mendamaikan parau di dada ini. sebentar saja, sekedar memuaskan mata yang haus melihat cintanya.

Kamu, yang dulu begitu dekat dengan jangkauanku.
padamu pernah aku titipkan elegi tentang tahun-tahun yang tenggelam oleh duka, bisakah kau simpan itu lebih lama? kantong waktuku masih sesak dengan pahit yang kau tinggalkan disana. 


aku masih ingin mengirim cerita padamu, tentang teratai yang mengering di rawa selatan atau tentang bintang yang menuntun kita ke dermaga kehidupan. masih bolekah? 

kepada kamu, rindu ini mengadu.
jiwa yang mendamba janji dari bibirmu itu, kini mengering dan layu.
lalu disana, bagaimana kabarmu? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monolog Perpisahan

dia akan pergi. tanggal 7 april 2012 siapa?  belahan dari diriku. Aku sudah melihatnya sejak aku pertama kali lahir di dunia. dan sejak saat itu aku mengenalnya sebagai saudara-kakak-sahabat-musuh. di rumah sederhana dengan perabot seadanya, disanalah kami, aku dan dia menjalani masa kanak-kanak hingga remaja. di sebuah kamar yang tidak terlalu lebar, kami berbagi tempat untuk menyandarkan kelelahan, di halaman sempit di depan rumah, kami bercengkrama dengan irama angin yang indah. Aku tidak pernah dengan sadar untuk belajar mencintainya, tapi waktu dan keadaan mewajibkanku untuk tidak melupakan setiap detik kebersamaanku dengannya. iya, dia, yang paras cantiknya selalu membuat semua mata menatapnya. dia yang selalu meneguhkanku, meyakinkanku bahwa warna kulit gelapku ini membuatku tampak jauh lebih mengagumkan dari wajahnya yang seputih cahaya. Di mata ibu, dan saudaraku yang lain, dia adalah sosok gadis pemberontak, si pemberontak yang cantik, suaranya juga ...

MEMOAR KEPO

Mungkin,  ada seseorang yang ingin sekali kamu lupakan,  yang begitu ingin kamu hapus selamanya dari bayangan,  tapi entah mengapa dan bagaimana dia selalu saja bisa menetap di ingatanmu. Seperti penghuni lama di memori otakmu. Kadang ia terlupakan dan tak terlihat , namun di momen momen tertentu ia tiba tiba datang tanpa diundang. Tanpa sengaja kamu ceritakan kembali, tanpa sadar kamu memutar lagi pita memori tentangnya. Iya,  memang tanpa rasa,  hanya sebagai pelengkap gelak tawa. Hanya sebagai buah bibir kisah yang sudah sudah. Atau,  sekali kali kamu masih bertanya apakah di hatinya namamu sudah benar benar tidak ada?. Sudahkah ia dapat melupakanmu dengan sempurna? Sudahkah ia sanggup tidak menyimpan sedikitpun kenangan tentang kalian?. Apakah benar tak ada lagi jejak yang tertinggal di hidupnya jika itu tentang dirimu?. Aih, mungkinkah lupa adalah sebentuk kemustahilan yang tidak pernah dapat terwujud?. Mungkinkah ketika kamu menertawakan tangisanmu...

Serba-Serbi Pernikahan

 Sebelumnya, saya banyak sekali mendapatkan pertanyaan tentang Pernikahan. Entah itu laki-laki, perempuan, tua (senior saya), muda (junior) dan juga teman-teman seumuran. Hal-hal yang selalu mereka tanyakan kepada saya sebenarnya tidak jauh beda, seperti : "apa yang membuatmu begitu yakin untuk menikah di usia muda?" atau " bagiamana rasanya menikah?", atau " nikah itu gimana siih?" dan pertanyaan-pertanyaan sejenis itu. Maka, agar saya tidak berulang kali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama saya akan membagikan sedikit pengetahuan saya tentang pernikahan. Mengapa sedikit pengetahuan? karena umur pernikahan saya belum genap satu tahun, dan masih ada banyak hal yang belum saya ketahui tentang pernikahan itu sendiri. baiklah, silahkan disimak.