"hei, melamun lagi ya?", Aku menoleh, ia tiba-tiba saja sudah ada disini, dengan payung biru di tangan kanan dan papan sketsa di tangan kiri. Ia tersenyum, senyum hangat yang membuatku tak lagi merasa kedinginan. " kamu.. sedang apa? " "Hujan membuatku terinspirasi.." "oh, aku kira.." Aku kembali menatap tetesan hujan yang membentuk lingkaran di kubangan air di depan halte bus mungil itu. " kamu kira apa?" " kamu datang karena aku disini.." " haha... Jangan melankolis begitu Arin, ekspresimu membuatku mual" Ia tertawa. Tanpa beban, tanpa tahu bahwa selama ini, lekuk indah di wajahnya yang membentang tawa itu telah menawanku, memenjarakan segenap rindu di hatiku.
Inspirer, L'amour, et Travailler