Aku sedang membuka-buka draft skripsiku saat suara yang tak asing itu menyapaku, " naila.. " aku tertegun sebentar sebelum kemudian, mengangkat muka untuk melihatnya yang sudah berdiri di depanku, dengan senyum yang terlihat dipaksakan. aku tersenyum padanya. " iya.. ada apa rif?" laki-laki itu tampak segan, " emm.. ada yang ingin saya bicarakan denganmu, boleh saya duduk ?" " baiklah, tapi jangan lama-lama ya, saya banyak tugas" dia menganguk senang, senyum manisnya keluar dengan tanpa beban sekarang, - senyum manis yang dulu pernah sangat aku rindukan-. dia duduk, dan aku kembali menekuni draft skripsiku, ada beberapa hal yang perlu di revisi. " emm.. naila.. "